Jumat, 20 Februari 2009

45 Cara Promosi

1. Pasang iklan baris di koran.
2. Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
3. Pasang iklan di pusat perkulakan.
4. Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
5. Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
6. Promosi lewat surat.
7. Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
8. Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
9. Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya. Jaga terus agar tetap up-to-date.
10. Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
11. Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
12. Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
13. Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
14. Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
15. Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.
16. Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
17. Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
18. Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
19. Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda.
20. Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
21. Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
22. Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
23. Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
24. Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
25. Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
26. Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
27. Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
28. Selenggarakan seminar yang khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
29. Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
30. Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
31. Cari calon pelanggan di perkumpulan-perkumpulan yang berhubungan dengan bisnis Anda.
32. Cari calon pelanggan di seminar-seminar.
33. Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
34. Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk
pelanggan.
35. Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
36. Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
37. Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
38. Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
39. Siapkan video tentang profil perusahaan.
40. Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan
pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
41. Siapkan proposal yang siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
42. Sediakan contoh produk gratisan.
43. Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
44. Sponsori acara amal.
45. Selenggarakan sayembara yang
bersifat promosi.

CAMILAN KITA BISA MENYEBABKAN DIABETES. KOK BISA ?

Apakah kita sehari-harinya gampang sekali lapar? Punya stock snack yang manis cukup banyak? Dan apakah rasanya tidak bisa kalau tidak makan snack-snack tersebut? Kalau kita menjawab TIDAK untuk semua pertanyaan saya tadi, well, selamat, Anda boleh mengabaikan artikel saya ini. Tetapi kalau kita menjawab IYA, maka kita harus membaca penjelasan saya karena kita sudah kecanduan yang namanya makanan manis.

Berapa banyak di antara kita yang tanpa kita sadari selalu membutuhkan makanan yang 'manis'. Bukan sekedar karbohidrat seperti nasi atau kentang tetapi kita benar-benar mencari sesuatu yang manis seperti permen, cookies, snack seperti potato chips kemudian coklat, ice cream, susu coklat, dan lain sebagainya. Beranikah kita mengatakan 'suka' terhadap jenis makanan tersebut dan tidak mengatakan 'butuh' ? Kalau kita suka tetapi tidak butuh, berarti tentunya kita mampu untuk tidak memakannya. Tetapi kalau kita 'butuh' berarti kita tidak bisa hidup tanpa makanan tersebut. Termasuk yang manakah diri Anda dalam menghadapi jenis makanan tersebut?

Sadar tidak sadar, banyak dari kita ternyata 'butuh' yang namanya makanan manis, hal ini biasa disebut sebagai sugar craving. Rasanya seperti tidak bisa kalau tidak memakan sesuatu yang manis. Sugar craving ini bisa menjadi penghambat utama dalam proses diet dan menjadi sumber utama dari obesitas yang mengacu ke arah diabetes.

Penyebab utama dari sugar craving ini adalah terlalu sering mengkonsumsi sugar secara berlebihan. Dan hal ini akan menyebabkan hormon kita tidak seimbang. Urut-urutan dari kejadian ini adalah ketika kita mengkonsumsi makanan manis seperti yang sudah saya sebutkan tadi yang termasuk juga makanan berglikemik index (GI) tinggi. Ketika kita makan makanan GI tinggi, karbohidrat akan dengan cepat diserap ke dalam darah dalam bentuk glucose dan kemudian pankreas yang melihat gula dalam darah meningkat secara cepat, akan mengeluarkan insulin cukup banyak, untuk menurunkannya. Glucose yang berlebih akan dimasukkan ke dalam adipose tissue yang disimpan sebagai lemak. Ingatlah bahwa selama insulin tinggi, maka lemak akan terus bertambah, dan insulin juga menghambat pembakaran lemak tubuh kita.

Insulin yang cukup banyak ini akan menurunan glucose dalam gula darah kita ini dengan cepat pula sehingga kadar dalam darah mendadak rendah sekali. Ketika glucose dalam darah rendah, kita akan merasa lapar, bahkan lemas dan mengantuk, kemudian jadi ingin makan sesuatu yang manis-manis lagi. Akhirnya kita akan mencari coklat atau permen lagi. Makanan ini akan mengembalikan gula darah kita secara cepat dan tinggi lagi, sehingga pankreas akan sekali lagimengeluarkan insulin dalam jumlah yang banyak sekali lagi. Siklus ini akan terus terulang dan berantai membuat keseimbangan hormon kita kacau balau karenasebentar naik tinggi kemudian sebentar lagi terjun bebas.

Sistem hormonal yang tidak seimbang ini lah yang menyebabkan kita merasa gampang letih, tidak bertenaga dan lesu. Banyaknya insulin juga menyebabkan tubuh kita menyimpan lemak daripada membakarnya. Dan semakin sering siklus ini terulang, akan menyebabkan kekebalan insulin meningkat yang artinya dibutuhkan lebih banyak insulin untuk menurunkan gula darah dengan jumlah yang sama. Hal inilah yang menyebabkan penyakit diabetes type 2. Contoh sederhana akan siklus ini bisa kita amati pada kejadian setiap hari yaitu ketika kita selesai makan siang di kantor, sekitar jam 1 dengan nasi yang banyak, dalam 2 jam gula darah akan meningkat tajam, dan insulin akan menurunkannya secara tajam pula sehingga sekitar pukul 3 biasanya kita akan merasa sangat mengantuk. Dan sebentar lagi kita pasti akan mencari camilan yang manis-manis untuk mengembalikan tenaga. Kejadian sepele seperti itu ternyata mengakibatkan ketidakseimbangan hormon kita dan menyebabkan penimbunan lemak sertameningkatkan resiko terkena diabetes type 2. Selain itu, memakan sesuatu yang manis akan merangsang hormon serotonin di otak kita. Serotonin adalah hormon yang bisa menyebabkan kita berasa enak dan senang. Makanya kalau kita minum susu coklat, kita bisa sedikit meredakan stress kita. Dan itu juga yang menjelaskan kenapa orang stress selalu mencarimakanan yang manis-manis. Makanan manis meningkatkan serotonin secara drastis tetapi tidak lama kemudian, seperti halnya juga gula darah, akan secara drastis juga turun. Sehingga kita akan merasa butuh secara terus menerus untuk makanan manis ini dan menjadi 'kecanduan' makanan yang manis.

Solusi dari permasalahan ini adalah dengan cara mengenali dan mengubah apa yang masuk ke mulut kita. Dalam hal ini karbohidrat. Untuk membuat hormon kita menjadi stabil kembali dan menghilangkan 'kecanduan' akan makanan manis ini membutuhkan waktu. Butuh motivasi dan disiplin untuk membuang kebiasaan yang lama dan mengikuti pola makan yang baru. Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengubah makanan-makanan yang berglikemik index tinggi dengan yang lebih rendah. Sebagai contoh, Anda bisa mengubah nasi putihdengan beras merah, mengganti snack kripik kentang dengan buah apel segar.

Langkah berikutnya adalah usahakan Anda makan dengan cukup nutrisi seimbang sebanyak 5-6x sehari sehingga Anda tidak selalu kelaparan dan mencari camilan-camilan tinggi karbohidrat yang tidak sehat. Juga hindari timbunan snack-snack tersebut di lemari-lemari rumah Anda dan gantilah dengan buah-buahan yang segar. Dan yang terakhir, tingkatkan aktivitas Anda sehingga Anda tidak menghabiskan waktu di depan tv, diatas sofa atau ranjang sambil makan potato chips. Masih tetap suka nyamil ?

Kamis, 19 Februari 2009

Februari 2007

asyek..asyeek... uda umur 3 bulan :D
liat deh pertumbuhanku, makin ndut kan? xixi....
kata uti, gendut itu lucu, tp kata mama gendut itu ga bagus, kan org2 yg gendut rawan penyakit :P
tapi kl kata dokternya adek, yg penting sehat n ga smp obesitas ;)


yg ini ma mama


ini lg gendong papah

Januari 2007

tarraaa.....adek uda tambah gedhe neh :D

uda umur 2bln, rambutna dah mulai kliatan tiwul (keriting: red) klo bobo' suka ditemenin ama pisang yg aslina lbh besar drpd adek :P

pdhl adek tuh ndut bgt lho....cb liat deh, lehernya aja ampe ga kliatan, hee...

Desember 2006

aku uda umur sebulan neh.... kalo malem adek suka rewel, engga mo bo2k mulai jam 2 ampe jam 4 pagi, hiks....mama ngantuuuk neh :(

mamah ngantuk...


gini nih kl pas marah-marah


ini kalo lg bo2k

Rabu, 18 Februari 2009

November 2006



ini foto adek pas baru lahir, masih di RB Fauziah :D
foto pertama diambil jam 03.30 pas adek baru lahir (lahirnya jam 03.10 tgl 1 nov 2006)

Jumat, 13 Februari 2009

Kaki Anda Varises?

Bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainan yang disebut varises. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.
Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.
Penyebab varises:
Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.
Pemicu varises :
1. Faktor keturunanVarises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
2. Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
3. Kurang gerakGaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
4. Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
5. Terlalu banyak berdiri Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.
6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.
7. Memakai sepatu hak tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
Gejala terjadinya varises:
Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.
Mengatasi Varises:
A. Varises jenis spider navy.Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal.
Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.
B. Varises dalam kulit.Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises.
Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.
C. Varises Reticular Varicose VeinsIni adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap:
Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah.
Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.
Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari ‘jalan lain’ melalui pembuluh vena yang normal.
Setelah disuntik, Anda harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.
Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.
D. Varises kronis.Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal.
Ada berbagai obat-obatan yang harus Anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.
Cara menghindari varises:
Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
Lakukanlah yoga setiap hari.
Jangan berdiri terlalu lama.
Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.
Pengobatan alernatif untuk varises:
Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah.
Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah.
Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).
Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon.
Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta menguatkan dinding pembuluh darah.
Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas.
Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.
Mengatasi kaki lelah:
Bila Anda bekerja terlalu lelah, terutama di bagian kaki seperti kerap menggunakan sepatu berhak tinggi, berjalan jauh atau terlalu berdiri, berhati-hatilah dengan gejala yang mengarah ke varises. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
Bahan:
3 liter air hangat
100 gr garam khusus untuk mandi
2 sdm minyak almond;
5 tetes minyak rosemary dan geranium; 5 tetes daun rosemary dan daun geranium segar beberapa helai (jika ada).
Cara membuat:
Campur semua bahan jadi satu dan tempatkan di wadah yang cukup untuk merendam kaki.
Rendam kaki selama 10-15 menit sambil menggosok perlahan telapak kaki dengan garam mandi.
Bila garam sudah larut, tambahkan kembali.
Diamkan kaki sampai air menjadi dingin.
Keringkan kaki, lalu rentangkan kaki lebih tinggi dari posisi tubuh.
Lakukan relaksasi ini sambil mendengarkan musik lembut, pejamkan mata dan gunakan lampu temaram.